Kamis, 14 April 2016

BUDIDAYA IKAN PATIN

Cara Pembenihan Ikan Patin Pasupati ala BBAT Mandiangin

Pasupati adalah jenis patin super yang masih tergolong baru, sehingga teknologi pembenihannya belum memasyarakat dan sampai saat ini benih ikan patin pasupati memang belum banyak diproduksi oleh para pembenih. Patin pasupati (Pangasius sp) baru dirilis Departemen Kelautan dan Perikanan pada tanggal 7 Agustus 2006 lalu. Sebagai ikan jenis hibrida persilangan antara Patin Siam (Pangasius hypophthalmus ) betina dan Patin jambal (Pangasius djambal) jantan, patin pasupati mewarisi perpaduan sifat-sifat unggul kedua induknya. Nama pasupati sendiri merupakan singkatan dari patin super harapan pertiwi.
Menurut Ir. Firdausi, Seksi Pelayanan Teknik yang juga tim patin di BBAT Mandiangin, patin pasupati dari sang ibu patin siam, Pangasius hypophthalmus yang populer juga dipanggil dengan nama Pangasius sutchi ini, mewarisi daya tahan tinggi terhadap perubahan lingkungan dan penyakit sehingga cocok dibudidayakan di kolam air tergenang. Sedangkan dari sang bapak patin jambal mewariskan pertumbuhan pesat, tidak mudah stress dan daging tebal warna putih dengan kandung lemak relatif rendah.
Berikut ini teknik pembenihan patin pasupati yang telah sukses dilakukan oleh Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Mandiangin di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Alat dan bahan

Perlu dimaklumi, untuk mengawinkan induk patin sampai saat ini memang belum bisa dilakukan secara alami. Oleh karena itu BBAT Mandiangin serta balai perikanan lainnya umumnya memproduksi benih patin pasupati ini melalui ’kawin suntik’ untuk merangsang agar induk patin mau berovulasi. Terkait hal itu, kita harus menyiapkan bahan dan perlengkapan kawin suntik terlebih dulu.
Peralatan kawin suntik pembenihan ikan patin
Peralatan kawin suntik pembenihan ikan patin
Bahan yang diperlukan cukup berupa hormon Ovaprin sebagai perangsang dan larutan infus Natrium Clorida 0,9 % untuk pengencer sperma serta telur artemia untuk pakan larva benih patin.
Sedangkan peralatan yang diperlukan di antaranya berupa spuit dan jarum suntik 3 – 5 ml untuk menyuntik induk, spuit besar (60 ml) tanpa jarum untuk menyedot dan menampung sperma, bulu ayam untuk pengaduk telur, nampan plastik penampung telur, mangkuk plastik untuk pencampur telur dan sperma, heater (pemanas), bak untuk penampung induk dan akuarium untuk penetasan telur.

Seleksi induk

Mengingat patin pasupati merupakan persilangan antara induk betina patin siam dan induk jantan patin jambal, maka untuk mengawinkannya, kedua jenis induk tersebut harus sudah tersedia. Kalau sudah ada, kita tinggal melakukan seleksi. Induk jambal jantan dipilih minimal yang sudah berumur 2 tahun yang beratnya sekitar 2 Kg. Sedangkan induk patin siam betina yang dipilih, minimal berumur 3 tahun dan beratnya sekitar 3 Kg. Pada umur 2 – 3 tahan dengan berat 2 – 3 Kg, induk-induk patin biasanya sudah matang gonad dan siap dikawinkan.
Seleksi induk ikan patin di kolam
Seleksi induk ikan patin di kolam
penangkapan induk ikan patin
penangkapan induk ikan patin
Untuk mengetahui kematangan gonadnya, induk jantan memiliki beberapa ciri-ciri. Di antaranya, sirip dada lebih terasa kasar dan bila bagian perutnya diurut ke arah anus akan keluar cairan sperma bewarna putih susu. Sedangkan induk betina yang sudah matang gonad memiliki ciri-ciri perut membesar dan membulat, sirip dada halus dan licin, bagian perutnya bila diurut ke arah anus akan keluar cairan bewarna kekuningan. Untuk memastikan kematangan gonad induk betina, bisa juga dilakukan dengan cara memasukkan alat kateter ke lubang urogenital induk betina dan menyedot sebagian telurnya. Bila telurnya bewarna kekuningan, bearti sudah matang gonad.

Penyuntikan hormon

Induk yang sudah terseleksi kemudian ditampung dalam sebuah bak secara terpisah untuk diberok sekitar 6 jam tanpa diberi pakan. Agar induk yang ditampung tidak stress dan megap-megap, maka bak untuk penampungan induk ini sebaiknya dilengkapi dengan aerator atau blower untuk suplai oksigen. Agar induk tidak meloncat, bak bisa ditutup dengan terpal.
Penyuntikan ovaprin di punggung induk patin
Penyuntikan ovaprin di punggung induk patin
Setelah diberok selama 6 jam, penyuntikan pertama hormon ovaprin pada induk betina sudah bisa dilakukan. Dosis ovaprin cukup 0,2 ml/Kg induk. Penyuntikan dilakukan di bagian punggung. Induk betina yang sudah disuntik, kembali dimasukkan ke dalam bak. Enam jam kemudian, induk betina kembali disuntik dengan ovaprin dengan dosis 0,3 ml/kg induk. Pada penyuntikan kedua induk betina ini, sekaligus kita lakukan penyuntikan pada induk jantan. Dosis penyuntikan ovaprin induk jantan cukup 0,2 ml/kg induk. Selesai penyuntikan ini, masing-masing induk kita kembalikan ke bak penampungan.

Striping dan pencampuran telur

Berselang enam jam kemudian, pemijahan secara buatan sudah bisa kita laksanakan. Pertama, tangkap induk jantan untuk dilakukan striping (pengurutan) sperma. Sebelumnya, perlu disiapkan spuit penampung sperma yang sudah diisi larutan NaCl sekitar 10 ml sebagai pengencer sperma. Agar induk tidak meronta saat distriping, bagian kepalanya perlu ditutupi dengan handuk basah. Striping sperma setidaknya dilakukan oleh dua orang. Satu orang memegang induk dan melakukan striping, satu orang lagi menampung dan menyedot spermanya ke dalam spuit besar.
Striping dan penampungan telur patin
Striping dan penampungan telur patin
Sperma yang sudah ditampung dalam spuit kemudian diencerkan kembali dengan larutan infus NaCl 50 – 100 ml dan ditampung dalam sebuah gelas plastik yang kemudian ditutup rapat. Selesai induk jantan distriping, berikutnya giliran induk betina dikeluarkan telurnya dengan cara striping juga. Caranya sama seperti pada striping induk jantan. Hanya saja, wadah penampungnya berupa nampan plastik. Perlu disediakan beberapa nampan plastik agar telur yang tertampung tidak terlalu menumpuk dan bisa tersebar merata. Untuk meratakan telur di nampan plastik ini kita bisa menggunakan bulu ayam.
Telur ikan patin yang telah dibuahi dimasukkan ke dalam mangkok
Telur ikan patin yang telah dibuahi dimasukkan ke dalam mangkok
Bila kedua induk sudah selesai distriping, tiba saatnya mencampur telur dan sperma. Caranya, tuangkan telur dari nampan ke dalam mangkok plastik untuk dicampur dengan sperma yang sudah diencerkan. Agar bisa tercampur merata, telur dan sperma ini kemudian diaduk pelan-pelan menggunakan bulu ayam. Setelah tercampur merata, cuci sisa sperma dengan air secukupnya.
Mangkuk berisi telur yang sudah bersih dari sisa sperma tersebut, kemudian dituangkan ke dalam air di akuarium untuk ditetaskan. Agar telur bisa tersebar merata di dalam akuarium, pengadukan perlu dilakukan menggunakan tangan secara acak (tidak beraturan). Saat pemasukan telur ini, aerator tak perlu dihidupkan. Namun setelah telur menempel merata di dinding akuarium, barulah aerator dihidupkan. Pasang juga heater (pemanas) ke dalam akuarium dan atur suhunya sekitar 29 derajat C.
pemasukan telur patin ke dalam akuarium
pemasukan telur patin ke dalam akuarium
Pada saat mulai dilakukan penetasan telur patin, pada saat itu juga kita bisa menetaskan telur artemia. Untuk setiap induk, telur artemia yang ditetaskan cukup sekitar 20 – 30 gram saja. Caranya, telur artemia dimasukkan ke dalam mangkok atau gelas dan direndam dengan air tawar selama sekitar 30 – 60 menit. Berikutnya, baru telur artemia dimasukkan ke dalam wadah berbentuk bulat kerucut ( bisa menggunakan galon air yang dasarnya dipotong) yang berisi air asin (salinitas 15 – 20 promil). Selama penetasan telur artemia ini aerator harus selalu dihidupkan. Biasanya 20 – 24 jam kemudian telur artemia sudah menetas menjadi naupli yang siap diberikan sebagai pakan larva patin pasupati.

Perawatan larva

Bila tidak ada aral melintang, 24 jam kemudian biasanya telur patin sudah mulai menetas. Mulai hari ketiga setelah menetas, larva patin diberi pakan berupa juvenil artemia. Pakan berupa juvenil artemia ini diberikan 4 kali pada pagi, siang, sore dan malam hari dengan interval masing-masing 3 jam. Minginjak minggu kedua, selain pakan berupa artemia, benih patin sudah bisa diberi pakan berupa cacing tubifek hidup.
Larva ikan patin yang baru menetas
Larva ikan patin yang baru menetas
Di akuarium, larva patin dipelihara selama 15 hari untuk kemudian di deder di bak atau kolam dengan kepadatan 10 ekor/M2. Namun bila tetap ingin dipelihara dalam wadah akuarium, maka perlu dilakukan penjarangan. Bila kepadatan larva sebelumnya 25 ekor/liter, maka setelah 15 hari kepadatannya dikurangi menjadi sekitar 5 ekor/liter.
perawatan larva ikan patin
perawatan larva ikan patin
Menurut Ir. Firdausi, fekunditas induk patin siam sebagai sang ibu patin pasupati berkisar 120.000 – 200.000 butir telur/Kg induk. Dari jumlah telur tersebut bisa menghasilkan larva sekitar 96.000 – 160.000 ekor. Setelah dipelihara selama 15 hari di akuarium panjangnya mencapai 1 – 2 Cm dan mortalitasnya sekitar 50 persen. Benih patin pasupati ukuran 1 – 2 Cm ini di BBAT Mandiangin laku dijual seharga Rp 90 – 100/ekor. (Agus Rochdianto)
(sumber: Agus Rochdianto)

 

Selasa, 12 April 2016

Cara membuat umpan pancing ikan patin

 Gambar umpan ikan patin 

Gambar umpan ikan patin
Memancing merupakan kegiatan yang menyenangkan terutama saat di akhir pekan. Salah satu ikan yang asik untuk dipancing adalah ikan patin. Ada sensasi sentakan tersendiri saat memancing ikan patin, sehingga banyak pemancing yang tertarik untuk memancing ikan ini dan bahkan banyak dijadikan untuk perlombaan memancing. Namun masih banyak yang mengerti cara memancing serta umpan ikan patin yang jitu untuk memancing ikan patin ini, sehingga banyak yang gagal ketika memancing ikan patin ini.
Nah, bagi anda yang hobi memancing ikan patin dalam kesempatan kali ini saya akan memberikan beberapa Tips membuat umpan ikan patin ampuh, selengkapnya :

 Ramuan umpan ikan patin 
Teknik memancing ikan patin
Pertama-tama ikatan pancing ke nikelin / kenur pandu sepanjang 5-7 cm, kemudian nikelin atau kenur pandu tersebut (apabila ada dua, kedua-duanya) diikatkan ke kili-kili.
Sebelumnya kili-kili itu diikatkan ke senar utama, jangan lupa masukkan timah pemberat di kenur utama. Pastikan timah pemberat yang digunakan adalah jenis yang bolong di tengah (timah melinjo) sehingga timah dapat bergerak leluasa di senar utama.
Setelah timah dimasukkan, ikatkan senar utama ke kili-kili yang tersambung dengan mata kail. Setelah rangkaian pancing jadi, gunakan karet stopper di senar utama sebagai penjaga agar timah tidak berjalan terlalu jauh dari kili-kili. Jarak 5 cm biasanya sudah cukup memadai.
Setelah umpan yang terpasang dilempar , pastikan senar berada di garis lurus antara pemancing dan umpan. Tidak perlu menarik senar sehingga tegang, justru biarkan agak kendor sehingga senar bisa terlihat terapung di atas air membentuk satu garis. Apakah ikan menyambar, maka pemancing akan melihat garis yang terbentuk dari senar di atas air tersebut berjalan.
Ikan patin tidak akan membawa umpan dalam satu kali sentakan, begitu senar bergerak beberapa saat cepat-cepat sentak joran anda. Telat menyentak akan mengakibatkan umpan dilepehkan oleh ikan dan terlepas.
Ikan patin akan terasa mengasikan apabila dipancing dengan senar kecil. Untuk pemula disarankan senar berukuran 8-12 lbs, bagi yang menyukai teknik fight “tarik-ulur” disarankan menggunakan senar berukuran 2 – 6 lbs.
Jangan lupa setelan drag yang disesuaikan dengan ukuran senar. Hentakan pertama tidak akan membuat ikan patin berukuran besar melawan dengan kuat, anda biasanya akan merasa berat, tetapi semakin ke pinggir maka ikan akan mulai “mengamuk”.
Hati-hati, sentakan mendadak dari patin terhadap senar kecil dapat memutuskan tali senar. Ketika ikan sudah dekat dan siap untuk diangkat, siapkan serokan untuk mengangkat ikan. Ingat jangan memegang tali apabila ingin mengangkat ikan untuk diserok. Apabila menggunakan kenur kecil, ikan patin yng hendak diserok biasanya akan melawan dengan keras dan kemungkinan besar putus.
Racikan umpan ikan patin
Resep 1
  • Beli beberapa bungkus roti rasa keju (cukup beli roti murahan saja, tidak perlu yang mahal)
  • Seduh dengan air panas
  • Aduk hingga pulen
  • Bentuk kecil – kecil, disesuaikan dengan ukuran mulut ikan patin.                                                                                                                   
    Resep 2
  • Ambil beberapa lembar roti tawar
  • Campurkan dengan telur bebek, bagian kuningnya saja
  • Tambahkan sedikit terasi udang
  • Campurkan dengan pellet
  • Aduk adonan hingga merata
  • Bentuk kecil – kecil, disesuaikan dengan ukuran mulut ikan patin
Resep 3
  • Campurkan tepung roti dan sedikit santan instan
  • Aduk hingga rata dan bentuk kecil – kecil
Resep 4
  • Ambil roti tawar dan remukkan
  • Tambahkan sedikit minuman rasa jeruk
  • Tambahkan santan instan kental yang agak banyak
  • Aduk hingga rata dan bentuk adonan menjadi kecil – kecil
Resep 5
  • Ambil sepotong ikan mas biasa yang masih mentah
  • Jemur di bawah sinar matahari. Namun, usahakan agar kulitnya tidak rusak
  • Setelah kering, rebus ikan tersebut dengan air putih biasa
  • Setelah matang, angkat dan pisahkan kulit dan dagingnya
  • Kulitnya bisa dipakai langsung untuk umpan
  • Dagingnya juga bisa dipakai untuk bom. Namun, perlu dicampur dengan pellet terlebih dahulu.
Resep 6
  • Ambil roti tawar (jenis yang belum irisan) dan buang kulitnya yang berwarna kecoklatan
  • Hancurkan dengan cara diparut atau diblender sampai halus
  • Tambahkan santan instan kental dan bubuk vanili
  • Aduk adonan sampai terasa halus
  • Jika adonan sudah tercampur rata namun belum terasa halus, tambahkan santan lagi
  • Bentuk kecil – kecil dan umpan siap digunakan
  • Jika memerlukan bom, gunakan kulit roti yang tidak terpakai tadi
Cara mengolah umpan ikan patin
Roti di buang kulitnya (nanti bisa buat bom), kemudian di parut atau pun di blender sampai halus. setelah halus campurkan santan kara dan vanelli. aduk adonan ini sampai kalis, sampai tidak lengket ditangan yg mana setelah tidak lengket umpan ini akan terasa lembut sekali (jika masih keras tambahkan kara lagi).
Umpan tadi sudah bisa di pergunakan di mata kail, dan apabila memerlukan bom, gunakan kulit roti atau roti segar untuk efektifitasnya.
https://youtu.be/-4olmORj6G  
https://youtu.be/UB0BVo6H_KI?t=75
 https://youtu.be/UB0BVo6H_KI


  •                                                                                                    

JENIS UMPAN IKAN

Gambar umpan ikan bawal 
Gambar umpan ikan bawal

Jika anda suka memancing, maka anda pernah memancing ikan bawal. Ikan bawal sendiri menjadi salah satu ikan yang paling banyak dipancing oleh para mancing mania. Di kolam pemancingan yang ada di sekitar anda, pasti anda akan dengan mudah menemukan ikan bawal karena di setiap pemacingan pasti ada sebuah kolam ikan bawal yang bisa anda pancing dan anda masak secara langsung.
Ikan bawal sendiri termasuk ikan air tawar dan apabila anda lihat sekilas, ikan ini sangat mirip dengan ikan piranha. Tetapi jika piranha adalah ikan asli perairan benua Amerika, maka bawal adalah ikan asli dari Indonesia.
Tidak hanya mirip dari penampilannya, untuk sifat ikan yang masih berkerabat dengan piranha ini sendiri juga sama – sama agresif. Maka dari itu sebenarnya untuk membuat umpan ikan bawal ini tidak terlalu sulit karena ikan bawal sendiri adalah pemakan segala hal jadi apapun umpan yang anda pasang kemungkinan akan dimakan oleh ikan bawal tersebut.
Ukuran pancaing ikan bawal





Ramuan umpan ampuh ikan bawal

Resep umpan ikan bawal terbaik 1
Bahan racikan umpan ikan bawal
  • 1 Buah telur itik.
  • Tepung ikan 2 sendok makan.
  • Tepung Terigu 2 sendok makan.
  • Tepung susu 2 sendok makan.
  • Tepung udang 2 sendok makan.
  • Air secukupnya.
Cara membuat umpan ikan bawal
  • Kocok telur itik di dalam wadah hingga berbuih.
  • Selanjutnya masukkan secara perlahan, tepung ikan, tepung terigu, tepung susu,tepung udang.
  • Campur hingga rata.
  • Setelah itu, kukus di atas api panas selama kurang lebih 30 menit.
  • Kemudian Bentuk bulat-bulat umpan bawal.
Resep umpan ikan bawal terbaik 2
Bahan umpan ikan bawal
 
  • 1/2 kg kcaang mede,
  • 1/4 kacang kenari,
  • 1/4 kacang almond
  • Wisman 3 sndk
  • Ovalet 1/2 toples kecil
Cara membuat umpan ikan bawal jitu
  • Semua kacang di sangrai lalu di blender hingga halus.
  • Lalu campurkan semua bahan sampai rata.
  • Lalu campur wisman dan ovalet tadi.
  • Gunakan kapas untuk melekatkan pada mata kail.
Resep umpan ikan bawal terbaik 3
Bahan umpan ikan bawal
  • 1/4 Pelet Udang.
  • 1/4 Pelet Ikan Patin
  • 1/4 Pelet Ikan Koi
  • 5 Makan Madu
  • 2 Kuning Telur Itik (sudah Direbus)
Cara membuat umpan ikan bawal

Rendam Dengan air 1,5 gelas semua pelet tersebut selama kurang lebih 10 menit, lalu lumatkan pelet yang sudah di rendam tadi jadi satu, tambahkan kunig telur dan madu berfungsi untuk membuat umpan semakin lengket. dengan tujuan tidak hancur ketika dipakai.
Umpan alternatif ikan bawal
Umumnya semua ikan suka dengan makanan alami, termasuk ikan bawal ini jadi kita dapat memanfaatkan umpan-upan ini untuk memancing ikan bawal :
  • Cacing Tanah
  • Ikan guppy
  • Anak ikan Mas
  • Berudu (katak kecil)
  • Ulat Daun Pisang
  • Kepiting Sawah
  • Belalang
  • Jangkrik
  • Daging ikan Salmon
  • Keong Sawah